Reaksi Dunia, Jakarta – Indonesia tengah gempar dengan tuduhan penyimpangan keuangan dalam pengadaan peralatan pertahanan di Kementerian Pertahanan, yang diungkap oleh Hasyim Djojohadikusumo, saudara kandung Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Pengungkapan ini telah memicu kegemparan nasional, dan mendapat tanggapan keras dari Faisal Mahtelu, Koordinator Regional Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) di Jakarta. Faisal menekankan pentingnya pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Presiden Jokowi dalam menjunjung tinggi transparansi, kebersihan, dan keadilan dalam pemerintahan. Perjuangan melawan korupsi, kolusi, dan nepotisme sangat penting untuk kemajuan negara dalam menghadapi tantangan tahun 2045. Dengan adanya tuduhan korupsi yang beredar dalam pengadaan pertahanan di bawah kepemimpinan Prabowo, yang mengincar pencalonan presiden 2024, ISMAHI Jakarta menuntut intervensi segera dari penegak hukum untuk menyelidiki dan menuntut mereka yang terlibat dalam dugaan penyelewengan dana yang signifikan. Menyoroti pentingnya perlakuan yang sama di bawah hukum dalam upaya anti-korupsi, Faisal mendesak tindakan cepat untuk menyelidiki individu-individu yang terlibat dalam prosedur pengadaan pertahanan guna mencegah persepsi publik yang negatif. ISMAHI menyatakan solidaritas dengan keberanian Hasyim Djojohadikusumo dalam mengungkap dugaan korupsi dan menyerukan kepada Presiden Jokowi untuk menugaskan lembaga-lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung untuk mengejar akuntabilitas dalam skandal tersebut. ISMAHI Jakarta menekankan pentingnya mengatasi setiap potensi penyelewengan dana pemerintah, dan mendesak penegak hukum untuk bertindak cepat guna mencegah keresahan publik. Organisasi ini berharap Prabowo Subianto dapat bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengungkap dan mengatasi tuduhan korupsi, memastikan proses hukum yang adil dan menjaga integritas. ISMAHI menegaskan kembali komitmennya untuk mengadvokasi anti-korupsi di Kementerian Pertahanan dan berjanji untuk memantau dan mengecam setiap pelanggaran, serta menggarisbawahi perlunya penegakan hukum yang kuat dalam kasus-kasus seperti itu.
